Tontonan yang disajikan melalui layar paras saat ini tambah beragam. Tontonan tersebut dikemas dalam beraneka macam program programa TV yang diharapkan kubu pengelola TV bisa diminati pemirsa TV. Sebagai penonton adalah satu keharusan dalam memilih deretan program TV yang tentunya yang dinilai patut dan layak utk disimak. Khususnya, tontonan yang Islami dan memiliki identitas masyarakat timur yang luar biasa menjaga norma-norma kesusilaan serta kesopanan.

Saat ini, Indonesia punya sebelas stasiun TV nasional, puluhan TV berbayar, dan ratusan TV lokal. TV-TV tersebut memiliki banyak program TV dengan durasi dan jam tayang yang beragam dan "berlomba" menarik penonton dengan konten yang tersaji dalam berbagai macam program TV-nya.

Saat merisik deretan agenda acara koran dari sebelas TV nasional, umumnya hanya satu hingga dua weker saja durasi tayang bagi program islami setiap harinya. Padahal, bagi TV internasional umumnya mengarungi durasi tayang selama 24 jam. Terkecuali, Trans TV dan Trans 7 yang bersiaran kurang lebih 20-22 weker. Bahkan, TV lokal yang Jakarta menyerupai JakTV dan B-Channel pun memiliki tempo siar 24 jam. Kemudian, seperti apa pun “peta” tontonan islami di televisi, khususnya TV internasional?

Selama tujuh hari parabola-islami.com untuk seminggu, intim setiap TV nasional mewujudkan program islami. Bentuknya beragam, mulai dari tanya-jawab (talk show program yang menampilkan ustadz atau ustadzah, bisa lebih dari satu orang, untuk membahas suatu tema alias topik tertentu. Program secara format talk show umumnya dipandu oleh seorang moderator) yang ialah bentuk yang paling banyak digunakan, ceramah menggunakan selingan tanya jawab, hingga dikemas dalam format drama / sinetron.



Sebelumnya saat bulan Ramadhan, MNC TV terjadi menarik tinjauan pemirsa televisi tatkala menayangkan serial drama dokumenter “Omar” yang mengisahkan perjalanan kehidupan Omar Ibn Al-Khattab, seorang lelaki yang menjadi pemimpin terkuat untuk rakyatnya yang masa kritis dan jadi simbol kesamarataan hingga sekarang.

Sepanjang computer yang diterapkan memiliki konsistensi bagus, susunan gambar alias video di dalam layar meski bisa layak simak. Khususnya, saat pemirsa menggunakan TV jenis LCD. Dengan demikian, plihan via streaming kadang dirasakan kian variatif. Kecuali itu, ada alternatif beda yang mampu dipertimbangkan bagi mengisi tayangan Isalmi yang dianggap tenang yakni pemirsa bisa menunang aneka film dan pokok islami di dalam format VCD atau DVD orisinal yang berbagai kedai elektronik. Sosoknya bisa untuk kemasan ceramah, kisah-kisah Islami baik dalam animasi ataupun tidak, dan film berdurasi panjang. Contohnya, Khulafaur Rasyidin Kisah Sahabat Nabi, Umar bin Khatab, dan Paket Film Silsilah Islam.



Sejatinya, hal yang paling penting dijadikan referensi dan menjadi harapan adalah segenap materi itu semua tidak sekadar menjadi tontonan dan meredakan, tapi mampu menjadi tuntunan dan mencerahkan.